Haji dan UmrahKhasanahSaudi Arabia

Makna Dibalik Tagline Haji dan Umrah ‘Bi Salamin Aminin’

Umrah News – Bagi yang sudah berhaji dan umrah tentu tidak asing dengan tagline khidmat al hajj syarofun lana yang berarti berkhidmah dalam haji adalah kehormatan bagi kami. Untuk tahun ini, Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi lewat Kementerian Haji dan Umrah mengeluarkan tagline haji dan umrah baru yang digunakan dalam melayani jemaah yaitu Bi Salamin Aminin.

Tagline ini sendiri bersumber dari al Qur’an surat al Hijr ayat 46. Dalam ayat itu dikatakan: Udkhuluha bi salamin aminin (Masuklah dengan nyaman dan aman). Kata salamin di sini bisa diartikan selamat bisa juga dapat diartikan sejahtera. Muhammad Ali al Shabuni dalam tafsirnya Shafwat al Tafaasir menafsirkan salimin dengan salimin min kulli aafaat yang berarti selamat dari semua bencana.

Dalam al Qur’an Kementerian Agama, kata salamin pada ayat ini diartikan dengan sejahtera. Sehingga ayat ini diterjemahkan: Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman. Pada hakikatnya suatu kesejahteraan tidak akan pernah terwujud kalau tidak ada keselamatan dan keamanan. Jadi antara keamanan dan kenyamanan memiliki korelasi yang sangat kuat.

Baca juga : Proses Digitalisasi Pada Ibadah Haji dan Umrah di Saudi

Keselamatan dan keamanan menjadi sangat urgen pada haji kali ini karena dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Karena itu, Pemerintah Saudi menetapkan banyak regulasi yang menjamin keamanan jemaah. Syarat orang yang boleh mendaftar harus vaksin, negatif Covid-19 dan umur dari 18 sampai 65 tahun merupakan upaya mewujudkan keamanan dan keselamatan bagi jemaah.

Data dan layanan ini didigitalisasi dan terintegrasi sehingga kemanan jemaah betul-betul terkontrol. Layanan digital ini bukan hanya untuk show off saja akan tetapi bentuk layanan riil yang mudah diakses dan dijalankan dengan baik.

Surat al Hijr ayat 46 dipahami secara rasional dengan benar oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, sehingga dalam upaya mewujudkan keselamatan dan keamanan jemaah saat pandemi ini diikuti dengan tindakan pencegahan riil dan rasional. Hal yang menyedihkan adalah bahwa ayat ini dipahami salah oleh sebagian umat Islam di Indonesia.

Bahkan ada takmir masjid yang melarang orang bermasker shalat di masjidnya, bahkan diusir dari masjidnya. Pengurus Takmir ini menggunakan ayat yang sama, akan tetapi dengan pemahaman yang tidak tepat. Ayat ini dipahami bahwa orang yang masuk masjid akan dijamin keselamatan dan keamanannya, termasuk dari Covid-19.

1 2Laman berikutnya

Umrah News

Berita Seputar Haji & Umrah Paling Aktual

Tulis Komentar

Back to top button