Haji dan UmrahKhasanahNewsSaudi Arabia

Mengapa Lantai Marmer di Masjidil Haram tetap dingin bahkan dalam suhu tinggi?

"Jika ibu kota suci bahkan mencatat suhu 49 hingga 50 derajat, peziarah tidak akan merasakan panasnya marmer ini ketika mengelilingi Ka'bah Suci dan di bawah terik matahari."

Umrah News – Seorang reporter saluran TV Al-Ekhbariya menyoroti fitur marmer Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, bagaimana para peziarah tidak merasakan panas pada lantai masjid saat siang hari.

Reporter saluran mengatakan bahwa, marmer ini tidak memantulkan sinar matahari dan tidak menyerap panas dan para jamaah tidak merasakan panas pada marmer ini bahkan pada suhu tertinggi.

Arah marmer adalah ke arah kiblat, yaitu ke arah Ka’bah Suci. “Jika ibu kota suci bahkan mencatat suhu 49 hingga 50 derajat, peziarah tidak akan merasakan panasnya marmer ini ketika mengelilingi Ka’bah Suci dan di bawah terik matahari”, tambahnya.

Baca juga : Karpet Microchip Diperkenalkan di Masjid Nabawi

Koresponden saluran tersebut menyatakan bahwa yang membedakan marmer ini adalah, ia menyerap uap air di malam hari melalui bukaan yang sangat kecil dan pada pagi hari uap air ini dihilangkan agar marmer tidak menjadi basah, sehingga tidak mengganggu pengunjung masjid dan marmer ini didatangkan dari luar Kerajaan Arab Saudi.

Dia mengklarifikasi bahwa beberapa percaya bahwa ada pipa pendingin di bawah marmer ini, dan ini tidak benar. Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menegaskan bahwa tidak ada pipa di bawah marmer ini, melainkan kualitas dan spesifikasi marmer yang menjadikan lantai Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tetap sejuk saat di bawah terik matahari.

Umrah News

Berita Seputar Haji & Umrah Paling Aktual

Tulis Komentar

Back to top button