Haji dan UmrahKhasanahSaudi Arabia

Mengenal Ghusl-E-Ka’bah atau Upacara Pencucian Ka’bah

Umrah News – Upacara Pencucian Ka’bah atau Ghusl-E-Ka’bah adalah upacara yang dilaksanakan untuk membersihkan dan mencuci bagian-bagian pada Ka’bah. Ghusl-E-Ka’bah biasa dilakukan dua kali dalam setahun, upacara pertama di bulan Muharram dan yang kedua dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan.

Tradisi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW

Dikatakan bahwa Ghusl-E-Ka’bah adalah bagian dari tradisi yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada masa Fatumakka, Nabi masuk ke dalam Ka’bah dan membersihkan struktur bangunan Ka’bah. Nabi juga membersihkan Ka’bah dari berhala. Khalifah kemudian mengikuti tradisi ini tanpa menetapkan tanggal tertentu untuk membersihkan Ka’bah. Sampai zaman Raja Abdulaziz, pendiri kerajaan modern Arab Saudi, Ka’bah dibersihkan dua kali setahun.

Suasana Upacara Pencucian Ka'bah
Suasana Upacara Pencucian Ka’bah

Awalnya, pembersihan Ka’bah dilakukan pada awal bulan Muharram dan Syaban. Pada tahun sebelumnya, Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci memutuskan untuk mengadakan upacara pembaptisan Ka’bah setiap tahun, yang merupakan hari ke-15 penanggalan Hijriah setiap tahun. Kiswah Ka’bah diganti setahun sekali, yaitu 9 Dzulhijjah atau Arafah.

Campuran Bahan yang Digunakan

Sehari sebelum Upacara, anggota Kepresidenan Umum akan ditunjuk untuk membuat cairan yang digunakan untuk membersihkan Ka’bah. Cairan tersebut biasanya terdiri dari beberapa campuran bahan seperti: Air Mawar, Oud, dan Itar (Parfum). Bahan-bahan tersebut memiliki kualitas kelas atas dan biayanya sendiri bisa mencapai ribuan Riyal Saudi.

Peralatan yang digunakan saat Ghusl Ka'bah
Peralatan yang digunakan saat Ghusl Ka’bah

Siapa saja yang bisa berpartisipasi?

Upacara Pencucian Ka’bah selalu menarik perhatian para jamaah di Masjidil Haram. Para pejabat Kerajaan Arab Saudi, perwakilan negara sahabat dan tamu undangan adalah orang-orang yang biasanya berpartisipasi dalam pencucian Ka’bah. Mereka dikawal oleh sejumlah besar petugas keamanan dan membentuk rantai manusia untuk menjaga jarak dari para jamaah yang sedang beribadah.

Gubernur Mekah dan Presiden Haramain berdoa setelah Mandi Ka'bah pada tahun 2018
Gubernur Mekah dan Presiden Haramain berdoa setelah Mandi Ka’bah pada tahun 2018

Sementara itu, jamaah di Masjidil Haram hanya bisa menyaksikan dari balik petugas keamanan. Masyarakat umum tidak bisa berpartisipasi dalam membersihkan Ka’bah karena khawatir terjadi kerumunan yang sangat padat.

Umrah News

Berita Seputar Haji & Umrah Paling Aktual

Tulis Komentar

Back to top button